Delite20's Blog

November 5, 2009

Cedera Otot Saat Olahraga

Cedera Otot Saat Olahraga<= /span>
Dalam melakukan kegiatan berolahraga sering terj= adi cedera bila tidak melakukan pemanasan, peregangan, stretching, beban= berlebih atau tidak melakukan gerakan dengan benar.
Namun, dengan diagnosis yang tepat, penanggulangan y= ang benar dan cepat serta adekuat cedera dapat diatasi sehingga aktivita= s secara bertahap dapat dilakukan. Demikian paling tidak pendapat yang d= isampaikan oleh dokter olahraga dari FKUI Dr. Ira Linasari dan Dr. Imran= Agus Nurali, SpKO.Cedera dapat mengenai otot, ligamen, maupun tulang. Cedera yang paling s= ering terjadi adalah strain (cedera otot) dan sprain (cedera ligamen). <= br />
Strain adalah kerusakan pada jaringan otot karena trauma langsung (impac= t) atau tidak langsung (overloading). Pada cidera strain rasa sakit adal= ah nyeri yang menusuk pada saat terjadi cedera, terlebih jika otot berko= ntraksi.

Strain ringan ditandai dengan kontraksi otot terhambat karena nyeri dan = teraba pada bagian otot yang mengaku. Strain total didiagnosa sebagai ot= ot tidak bisa berkontraksi dan terbentuk benjolan.

Cidera strain membuat daerah sekitar cedera memar dan membengkak. Setela= h 24 jam, pada bagian memar terjadi perubahan warna, ada tanda-tanda per= darahan pada otot yang sobek, dan otot mengalami kekejangan.

Sedang cedera sprain adalah cedera pada ligamen di sekitar persendian tu= lang yang dibentuk oleh permukaan tulang rawan sendi yang membungkus tul= ang-tulang yang berdampingan. Kerusakan serat ligamen sering dibarengi o= leh perdarahan yang menyebar di sekeliling jaringan dan terlihat sebagai= memar.

Sebagai penyebabnya adalah persendian tulang dipaksa melakukan suatu ger= ak yang melebihi jelajah sendi atau range of movement normalnya. Trauma = langsung ke persendian tulang, yang menyebabkan persendian bergeser ke p= osisi persendian yang tidak dapat bergerak.

Memar, bengkak di sekitar persendian tulang yang terkena cedera, termasu= k perubahan warna kulit. Terjadi haemarthrosis atau perdarahan sendi. Ny= eri pada persendian tulang, nyeri bila anggota badan digerakkan atau dib= eri beban, fungsi persendian terganggu, terjadi kekakuan sendi, ketidaks= tabilan persendian tergantung jenis cederanya.

Terapi yang harus dilakukan adalah rest atau istirahat, ice atau mending= inkan area cedera, compression atau balut bagian yang cedera, elevasi at= au meninggikan, dan membebaskan dari beban.

Jika nyeri dan bengkak berkurang 48 jam setelah cedera, gerakkan persend= ian tulang ke seluruh arah. Hindari tekanan pada daerah cedera sampai ny= eri hilang (biasanya 7 sampai 10 hari untuk cedera ringan dan 3 sampai 5= minggu untuk cedera berat). Jika dibutuhkan, gunakan tongkat penopang k= etika berjalan.

Sebagai upaya pencegahan, saat melakukan aktivitas olahraga memakai sepa= tu yang sesuai, misalnya sepatu yang bisa melindungi pergelangan kaki se= lama aktivitas. Selalu melakukan pemanasan atau stretching sebelum melak= ukan aktivitas atletik, serta latihan yang tidak berlebihan.

Cedera dapat terjadi pada setiap orang yang melakukan olahraga dengan je= nis yang paling sering adalah strain dan sprain dengan derajat dari yang= ringan sampai berat. Cedera olahraga terutama dapat dicegah dengan pema= nasan dan pemakaian perlengkapan olahraga yang sesuai. =  (idionline)

SARAF TERJEPIT / CEDERA OTOT

Dimulai dari rangsangan berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, suhu panas atau dingin, rangsangan ini diterima reseptor saraf pada kulit, lalu dikirim ke saraf tepi, masuk dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Gangguan saraf tepi yang biasanya mewujud pada gejala kesemutan bisa muncul akibat saraf terjebak otot atau jaringan lain.

Di dalam tulang punggung berjajar sumsum tulang yang bisa menekan saraf di sekitarnya atau menekan saraf yang keluar dari setiap tulang punggung. Di setiap tulang punggung, terdapat lubang tempat keluar akar saraf yang berasal dari sumsum tulang. Tempat keluar ini bisa dipersempit oleh inti tadi, sehingga saraf tertekan. Inilah yang biasa disebut sebagai saraf terjepit oleh awam.

Terapi lintah & herbal untuk keluhan sakit karena Cedera otot / saraf terjepit sangat efektif dan cepat menghilangkan nyeri, kaku, sakit saat digerakan, panas yang disertai dengan kenjang-kejang. Umumnya dalam kasus cedera otot / saraf terjepit terjadi penbekuan darah dan juga cairan.Dengan terapi lintah & herbal, pasien terhindar dari kerusakan saraf secara permanen. Seiring masa terapi keluhan sakit akibat cedera otot / saraf terjepit akan hilang dan sembuh seperti semula. Perpaduan terapi lintah  & ramuan herbal China kuno ini sangat baik untuk pengobatan saraf yang berkaitan dengan darah [ antikoagulasi & kardiovaskular].

2. Otot Tertarik atau Kram (Strains)

Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap. Strains sering terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha), hamstrings (otot paha bagian bawah), dan otot quadriceps. Cedera tertarik otot betis juga kerap terjadi pada para pemain bola. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan diri dari cedera macam ini. Kuncinya dalah selalu melakukan stretching setelah melakukan pemanasan, terutama pada bagian otot-otot yang rentan tersebut.

Pemanasan Sebelum Olahraga, Perlu Juga, Lho…
Hobi olahraga? Harus itu. Nggak salah lagi, olahraga memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Namun, olahraga hanya akan bermanfaat bila kita melakukannya sesuai aturan. Salah satu hal yang perlu kamu perhatikan sebelum berolahraga adalah melakukan pemanasan atau warming up.Mungkin kita balik bertanya, apa sih pentingnya kita perlu melakukan pemanasan? Menurut dokter spesialis olahraga, Dr Indrarti Soekotjo SpKO, warming up atau pemanasan sangat penting dilakukan sebelum berolahraga. Ini karena aktivitas olahraga sangat dominan melibatkan gerak otot, tulang, dan sendi.

”Sebelum otot layak pakai, maka harus dipanaskan dulu. Prinsipnya, sama dengan mobil. Sebelum digunakan harus dipanaskan terlebih dulu,” ujar dokter yang biasa menangani kesehatan atlet-atlet nasional itu. Menurut dia, pemanasan berfungsi untuk meningkatkan aliran darah menuju otot. Bila aliran darah yang mengalir menuju otot meningkat, maka oksigen dan nutrisi pun akan banyak bergerak ke otot. Lewat pemanasan, hal itu akan terjadi. Alhasil, sebelum masuk ke olahraga inti, maka otot-otot telah siap untuk digerakkan.
”Pemanasan bisa dilakukan selama 5-10 menit,” tuturnya. Gerakannya pun terbilang sangat mudah. Agar sirkulasi darah kamu bisa berjalan dengan baik, maka sebelum olahraga lakukan pemanasan dengan melakukan lari-lari di tempat. Gerakan aerobik ringan, kata Indrarti, juga sangat baik untuk pemanasan. Hal yang perlu diperhatikan adalah gerakan senam atau aerobik pada saat pemanasan intensitas geraknya harus rendah dan lambat.

Salah satu cara asyik untuk pemanasan adalah dengan jogging. Sebuah penelitian mengungkapkan, berlari-lari kecil dengan berhati-hati atau jogging merupakan salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan sebelum berolahraga. Tak cuma itu, pengulangan gerakan tertentu selama aktif berolahraga juga akan menumbuhkan ketahanan otot yang sebenarnya. Bagaimana bila olahraga dilakukan tanpa pemanasan dan stretching terlebih dahulu? ”Olahraga yang dilakukan tanpa pemanasan dan peregangan otot dapat menimbulkan cedera pada otot dan sendi,” papar Indrarti.
Dengan pemanasan dan stretching, terjadinya risiko cedera otot bakal bisa berkurang, deh. Bila kita terkena cedera otot, maka rasanya sangat sakit. Kram otot, sakit otot, terkilir, atau keseleo merupakan bentuk cedera otot yang bisa dialami orang yang berolahraga tanpa melakukan pemanasan dan stetching. ”Alih-alih bisa sehat, olahraga tanpa warming up malah bisa menimbulkan cedera atau rasa sakit.”

Ujung-ujungnya, kita malah jadi malas berolahraga. Menurut Indrarti, apabila hal itu dilakukan secara terus-menerus, maka otot akan sangat mudah mengalami cedera. Kualitas kesehatan bakal semakin menurun. So, jangan pernah sepelekan gerakan pemanasan atau stretching sebelum berolahraga.

Pentingnya Stretching
Setelah badan mulai panas dan sedikit berkeringat, kita perlu juga melakukan peregangan otot atau stretching. Stretching juga merupakan bagian dari pemanasan sebelum berolahraga. Tapi, yang perlu diingat, saat melakukan gerak stretching pada pemanasan tak boleh dilakukan secara berlebihan. Kenapa ya? Menurut ahli fisioterapi di London, Mark Todma, stretching yang berlebihan berisiko memicu kerawanan cedera pada sendi-sendi.

Dokter Indrarti juga menegaskan. Katanya, gerakan pemanasan dan peregangan otot harus dilakukan dalam intensitas yang lambat dan rendah. Setelah benar-benar panas dan ditandai dengan sedikit keringat, maka barulah kamu bisa berolahraga. Biar makin sip,”Lakukanlah olahraga dengan motivasi dan perasaan yang senang,” katanya.
(idionline/Republika)

About these ads

The Rubric Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: