Delite20's Blog

November 5, 2009

Sarana Prasarana Dalam Atletik

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Terbentuknya Negara Indonesia dilatarbelakangi oleh perjuangan seluruh bangsa, baik perjuangan dari segi politik, social budaya, maupun ekonomi. Bidang ekonomi merupakan suatu bidang kegiatan manusia dalam rangka mencukupi kebutuha disamping alat pemuas yang terbatas. Hal tersebut dalam ilmu ekonomi menyangkut berbagai bidang antara lain permintaan, penawaran, produksi, distribusi barang, dan jasa. Bangsa Indonesia telah memiliki system perekonomian sendiri yang oleh para pendiri negara telah dicanangkan, yaitu menekankan asas kebersamaan dan kekeluargaan; dalam arti penekanan pada aspek kemakmuran bersama disamping kemakmuran individu dan kelompok. System ini secara konstitusional telah dijamin dalam pasal 33 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa system perekonimian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Bumi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Ketahanan nasional merupakan suatu kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan, kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan dan dinamika perekonomian, baik yang dating dari dalam maupun dari luar negara Indonesia; dan secara langsung maupun tidak langsung menjalin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara republic Indonesia yang telah diatur berdasarkan UUD 1945.

Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan bangsa yang mampu memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis; menciptakan kemandirian ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.

1.2 Masalah

ü      Apakah sarana prasarana itu?

ü      Mengapa sarana prasarana ada?

ü      Apa itu atletik?

ü      Apa itu tolak peluru?

ü      Bagaimana aplikasi permainan untuk pembelajaran tolak peluru?

1.3 Tujuan

ü      Untuk mengetahui apa itu sarana prasarana

ü      Untuk mengetahui mengapa sarana prasarana ada.

ü      Untuk mengetahui apa itu atletik.

ü      Untuk mengetahui apa itu tolak peluru.

ü      Untuk mengetahui aplikasi permainan untuk pembelajaran tolak peluru.

BAB  II

PEMBAHASAN

2.1 SARANA PRASARANA

Pengertian dari sarana prasarana sangat banyak. Untuk mengetahuinya, kita bahas dulu pada pengertian secara umum.

Umum

ü      Buku Pengelolaan Sarana Prasarana Rekreasi oleh Nanik Darsini,S.Pd.

Prasarana: Segala sesuatu yang merupakan utama terselenggaranya suatu proses.

Sarana: Segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai makna dan tujuan.

ü      Kamus Besar Bahasa Indonesia

Prasarana: Segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek,dsb), (Kamus Besar BI, 2002:893).

Sarana: Segala sesuatu (bisa berupa syarat atau upaya) yang sapat dipakai sebagai alt atau media dalam mencapai maksud atau tujuan (Kamus Besar BI, 2002:999).

ü      Google (internet)

Sarana dan prasarana adalah salah satu yang memegang peranan penting dalam kelancaran proses belajar mengajar dan peningkatan prestasi akademik siswa

ü      Hamalik (1980:23)

Sarana dan prasarana adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang untuk menyebar ide, sehingga ide tersebut bias sampai pada penerima.

Setelah kita mengetahui apa itu sarana prasarana secara umum, kita masuk pada pengertian sarana prasarana dalam olahraga dan pendidikan jasmani.

Olahraga

  • Buku Pengelolaan Sarana Prasarana Rekreasi oleh Nanik Darsini,S.Pd.

Sarana dan prasarana olahraga adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan olahraga yaitu memberikan rasa senang dan puas dan membawa manusia pada rasa penemuan dirinya

  • UU RI No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dalam pasal 1 ayat 20 dan 21

Prasarana OR: Tempat / ruang, termasuk lingkungan yang digunakan untuk kegiatan OR dan penyelenggaraan OR.

Sarana OR: Peralatan / perlengkapan yang digunakan untuk kegiatan OR.

  • Ali

Prasarana OR: Segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses(Ali, 1996:796).

Sarana OR: Segala sesuatu yang dapat dipakai sebagaialat dalam mencapai maksud / tujuan (Ali, 1996:880).

  • Soepartono (2006:699)

Sarana dan prasarana OR adalah suatu kegiatan yang dimanfaatkan dalam melaksanakan pendidikan jasmani yang meliputi lapangan dan bangunan OR beserta perlengkapan untuk melaksanakan proses belajar mengajar pendidikan jasmani.

Pendidikan Jasmani

v     Buku Pengelolaan Sarana Prasarana Rekreasi oleh Nanik Darsini,S.Pd.

Prasarana: Segala sesuatu yang merupakan penunjang terselenggaranya suatu proses pendidikan jasmani.

Sarana: Segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan proses pendidikan aktivitas jasmani atau gerak atau motorik untuk mencapai manusia seutuhnya dan seluruhnya.

v     Google (internet)

Prasarana: Segala sesuatu yang merupakan penunjang terselenggaranya suatu proses pendidikan yang memanfaatkan fisik untuk menghasilkan perubahan

Sarana: Segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan fisik, baik dalam fisik, mental serta emosional.

2.2 ADANYA SARANA PRASARANA

Sarana dan prasarana adalah sumber daya pendukung yang terdiri atas segala bentuk bangunan atau tanpa bangunan  beserta dengan perlengkapannya dan memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan suatu kegiatan, yang bertujuan sebagai media olahraga ,sehingga kegiatan olahraga bisa berjalan dangan baik. Dan kita akan merasa nyaman,aman dan kesehatan dalam melakukan suatu kegiatan.

Dalam suatu proses diperlukan adanya sarana serta prasarana demi tercapainya suatu tujuan. Paling tidak dapat menunjang pengingkatan kualitas individu dalam beraktifitas. Untuk itu beberapa hal yang diperhatikan ialah melengkapi sarana dan prasarana dan infrastruktur yang ada. (M.M.Chaidir, http://www.riaupos.com)

2.3 ATLETIK

Sejarah perkembangan atletik dari jaman ke jaman

Istilah “Atletik” berasal dari kata Yunani “Atlon” yang berarti “Berlomba” atau “Bertanding”. Kita dapat menjumpainya dalam kata “Pentatlon” yang terdiri dari kata “Penta” yang berarti “lima” atau panca dan “Athlon” yang berarti “Lomba”. Arti selengkapnya adalah pancalomba atau perlombaan yang terdiri dari lima nomor. Demikian juga dalam kata “Declathon” yang terdiri dari kata “deca” yang berarti “sepuluh / dasa” dan “athlon” yang berarti “lomba”.

Istilah atletik ini juga dapat kita jumpai dalam berbagai bahasa antara lain dalam Bahasa Inggris “athletic”, dalam Bahasa Perancis “athletique”, dalam Bahasa Belanda “athletiek”, dalam Bahasa Jerman “athletik”. Kalau kita mengatakan perlombaan athletic, pengertiannya adalah mengikuti perlombaan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar yang di dalam Bahasa Inggris digunakan istilah “Track and Field”, atau kalau kita terjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah perlombaan yang dilakukan di lapangan (field) atau dalam Bahasa Jerman “Leicht athletic”. Istilah “athletic” dlam Bahasa Inggris dan “athletik” dalam Bahasa Jerman mempunyai pengertian yang lebih luas meliputi berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan termasuk: renang, bola basket, tennis, sepakbola, senam, dan lain-lain.

Untuk dapat memahami pengertian tentang atletik, tidaklah lengkap kalau kita tidak mengetahui sejarah atau riwayat istilah atletik dan perkembangannyasebagai suatu cabang olahraga mulai jaman purba sampai jaman modern ini. Memahami sejarah tidak hanya sekedar untuk pengetahuan, karena dengan mengetahui kejadian-kejadian masa lampau kita juga dapat mengambil hikmah dalam menentukan langkah-langkah yang akan datang.

Mengapa atletik disebut sebagai olahraga yang tertua?

Pertanyaan diatas dapat dijawab dengan membaca sejarah perkembangan atletik di bawah ini.

Sejarah atletik

Atletik pada jaman purba sebenarnya mempunyai gerakan dasar seperti lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa-bangsa primitif pada jaman pra sejarah. Bahkan dapat dikatakan, sejak adanya manusia, gerakan-gerakan itu telah dikenal.

Jika kita melakukan atletik dengan tujuan mencapai prestasi pada jaman modern ini, maka lain halnya dengan bangsa primitif pada jaman pra sejarah. Mereka melakukan gerakan-gerakan jalan, lari, lompat, dan lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya:

  • Mencari makan,
  • Mempertahankan diri dari serangan-serangan biatang buas,
  • Mengamankan diri terhadap keganasan alam (banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan lain-lain.

Meskipun gerakan-gerakan dasar ini telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik yang telah dilaksanakan dalam catatan sejarah, baru terjadi pada jaman purba, sekitar 1000 tahun sebelum masehi.

Hal ini dapat diketahui dari buku-buku yang dikarang oleh pujangga Yunani, Homeros. Homeros behasil mengumpulkan cerita-cerita mythos dan legenda-legenda dari bangsa Yunani purba dan membukukannya. Dalam bukunya yang berjudul “Hiad”, pada bab 23 Homeros menceritakan dengan sangat terperinci tentang rangkaian perlombaan yang diselenggarakan sebagai penghormatan dalam upacara pemakaman jenazah Patroclus seorang sahabat karib dari Achilles.

Di bawah ini dikutipkan cerita dari buku Homeros yang berjudul “ILLIAD”.

Setelah upacara-upacara keagamaan yang dipersembahkan kepada dewa agung Sens dan dewa-dewa lainnya selesai, tibalah pada rangkaian perlombaan-perlombaan yang dinilai dengan lomba kereta berkuda. Lima orang peserta maju dan memasang kuda di depan kereta masing-masing, setelah itu melajukan kereta tersebut dengan mencambuk kuda, lalu terjadilah perebutan posisi depan. Setelah lomba kereta itu selesai, dilanjutkan dengan adu tinju sebagai lomba yang ketiga dalam pertandingan gulat. Odyssens seorang pegulat yang licin dan penuh tipu muslihat. Pegulat yang mempunyai daya yang indah dihadapkan dengan pegulat yang memiliki berat badan yang besar, yang hanya mengandalkan kekutan otot saja.

Setelah selesai mengadakan pertandingan, Odyssens berdoa dalam hatinya terhadap Dewi ATHENE dan dikabulkan, sehingga mereka memenangkan pertandingan itu. Sebagai penutup dari rangkaian perlombaan ini dilakukan suatu lomba lempar lembing. Yang keluar sebagai pemenang adalah Agamenon yang ternyata tidak ada tandingannya.

Demikian kutipan dari buku karangan Homeros yang berjudul “ILLIAD”. Bisa ditarik kesimpulan bahwa Yunani purba telah menyelenggarakan PERLOMBAAN ATLETIK. Dari kesimpulan di atas kita sudah bisa menjawab pertanyaan mengapa atletik disebut sebagai olahraga yang tertua.

PERINCIAN NOMOR-NOMOR ATLETIK

Pada perkembangannya, atletik dibagi dalam 4 nomor pokok, yaitu:

  1. nomor lari
  2. nomor lompat
  3. nomor lempar
  4. nomor jalan

A      Nomor lari

Nomor lari dibagi 3 bagian, yaitu lari jarak pendek, menengah, dan jauh.

ü      Nomor-nomor lari jarak pendek

100 m, 200 m, 400 m, 110 m gawang, 100 m gawang, 400 m gawang, 4 x 100 m, 4 x 400 m.

ü      Nomor-nomor lari jarak menengah

800 m, 1500 m, 3000 m, 3000 m steeplechase.

ü      Nomor-nomor lari jarak jauh

5000 m, 10.000 m, 42,195 m (marathon).

B       Nomor-nomor lompat

Lompat jauh, lompat tinggi, lompat jangkit, dan lompat tinggi galah.

C       Nomor-nomor lempar

Lempar cakram, lempar lembing, tolak peluru, lontar martil.

D      Nomor-nomor jalan cepat

5 km, 10 km, 20 km, dan 50 km.

Dari berbagai macam nomor di atas, penulis akan mencoba mengambil topik bahasan nomor lempar pada cabang tolak peluru.

2.4 TOLAK PELURU

Tolak peluru diadakan sebagai nomor terpisah untuk putra dan putrid dan juga sebagai bagian dari dasalomba dan saptalomba. Selama bertahun-tahun nomor ini telah didominasi oleh atlet yang bertubuh besar dan kuat.

Kemajuan terbesar dalam teknik tolak peluru terjadi pada tahun 1950, ketika Parry O’Brien memulai tolakannya menghadap bagian belakang ring. Metode ini yang kemudian dikenal sebagai teknik O’Brien atau lebih dikenal dengan teknik meluncur, yang digunakan oleh mayoritas atlet tolak peluru.

Teknik yang mendapat popularitas adalah teknik berputar, yang menggunakan putaran seperti lempar cakram melintasi ring tolak peluru, bukan bergerak ke belakang atau meluncur yang mencirikan teknik O’Brien. Kedua teknik ini sama-sama mencapai keberhasilan.

Teknik berputar lebih sulit untuk dikuasai daripada teknik meluncur karena teknik ini harus dilakukan dalam batasan ring tolak peluru (dengan diameter 2.135 meter atau 7 kaki) dan karena gerakan berputar membuat control peluru menjadi lebih sulit.

Sarana dan prasarana yang digunakan:

  • Lapangan standar
  • Peluru

Teknik-teknik tolak peluru

Secara umum, teknik tolak peluru ada 2 macam, yaitu teknik meluncur dan teknik berputar.

1)    Teknik meluncur

Teknik ini tidak mengalami perubahan yang berarti sejak digunakan pada tahun 1950-an. Walaupun atlet yang bertubuh besar dan lebih kuat secara dramatis telah menambah jarak yang dihasilkan, elemen utama dari teknik pada dasarnya tetap sama.

Persiapan

  • Atlet berdiri di belakang ring dengan punggung menghadap arah lemparan.
  • Berat badan ditumpukan pada kaki kanan (untuk pelempar bertangan kanan), dan melihat ke belakang.
  • Atlet memegang peluru di bawah dagu dan mengangkat tangan kiri.

Meluncur

  • Atlet menekukkan kaki kanan dan mengangkat badan untuk bersiap-siap meluncur ke belakang melintasi ring.
  • Atlet menendangkan kaki kiri ke belakang, dan secara serentak kaki kanan digerakkan ke arah pusat ring.
  • Badan tetap dirundukkan.
  • Pada akhir gerakan meluncur, atlet menarik kaki kanan di bawah tubuh dan menempatkan kaki kiri di depan lingkaran.
  • Pada akhir gerakan meluncur, badan tetap dimiringkan ke arah belakang ring.

Tolakan

  • Atlet memulai tolakan dengan gerakan berputar pada kaki kanan ke arah sektor lemparan.
  • Pinggul diputar, dada didorong ke depan, dan tubuh diangkat ke depan.
  • Sisi kanan tubuh berputar ke depan mengelilingi kaki kiri yang diluruskan, dan pelurusan tangan dan jari yang melempar menyelesaikan tolakan.
  • Setelah peluru meninggalkan tangan kanan, kaki berbalik untuk menghentikan atlet agar tidak terjatuh ke depan ring dan mengakibatkan pelanggaran.
  • Gerakan ini disebut dengan reverse.

2)    Teknik berputar

Teknik berputar merupakan putaran gaya lempar cakram yang dilakukan sebelum gerakan menolak peluru. Teknik ini menggunakan footwork pelempar cakram pada 2/3 awal lemparan. Gerakan menolak menirukan gerakan yang digunakan dalam teknik meluncur.

Atlet berdiri dengan kaki direnggangkan selebar bahu di belakang ring dengna punggung menghadap arah lemparan. Atlet memegang peluru di leher. Kaki sedikit ditekukkan dan pandangan serta tangan yang bebas diarahkan ke belakang.

Putaran

  • Atlet berputar pada jantung kedua telapak kaki ke arah lemparan.
  • Dengan terus berputar pada kaki kiri, atlet kemudian bergerak melintasi ring.
  • Posisi tolakan yang terjadi pada akhir putaran sama dengan teknik meluncur.
  • Kaki kanan ditekukkan dan kaki kiri dijulurkan ke depan.
  • Badan ditekuk pada pinggul ke arah belakang ring.

Tolakan

  • Kedua kaki berputar dan diluruskan ke atas, menggerakkan pinggul dan dada ke arah lemparan.
  • Tolakan diselesaikan dengan meluruskan tangan dan jari.
  • Setelah peluru meninggalkan tangan, atlet sering melakukan gerakan reverse dengan cara yang sama dengan teknik meluncur.

2.5 APLIKASI PERMAINAN UNTUK PEMBELAJARAN TOLAK PELURU

  1. Menolak Bola
  • Pemain

8-10 orang dalam satu tim. Tim tidak terbatas

  • Peralatan

Bola basket

  • Tempat

Tempat bermain atau lapangan sepak bola

  • Teknik

Mendorong, melempar

  • Cara

ü   Cobalah untuk membuat gerakan melempar sepanjang mungkin. Mendorong dari belakang ke depan sejauh mungkin.

ü   Jinjitkan kaki dan dorong ke depan. Gunakan seluruh tubuh dalam lemparan, bukan sekedar tangan.

ü   Untuk mendapatkan jarak yang terjauh, dibutuhkan lintasan kira-kira 40 hingga 43 di atas garis horizontal. Lepaskan bola basket sehingga tangan sepenuhnya diluruskan di depan tepat di atas ketinggian kepala.

  • Penilaian

1 point didapat saat bola berhasil mencapai sisi atau tepi yang lain

  • Variasi

Menggunakan banyak bola (lebih dari 15bola)

  1. Mengoper Estafet
  • Pemain

8-10 orang dalam satu tim. Tim tidak terbatas

  • Peralatan

Bola basket

  • Tempat

Tempat bermain atau lapangan sepak bola

  • Teknik

Mendorong, melempar

  • Cara

ü   Berwaspadalah dan bersiap-siap untuk menangkap bola.

ü   Menggapai ke depan untuk menangkap bola dan menyerap daya geraknya dengan menarik tangan dan tubuh pada saat tangan menyentuh bola.

ü   Melemparkan bola dengan akurat dan dengan kekuatan yang tepat sehingga rekan anda dapat menangkap bola dengan mudah.

ü   Siapa pun yang menjatuhkan bola harus memungutnya, jadi anda harus melempar dengan akurat.

  • Penilaian

1 point didapat saat bola berhasil satu kali putaran

  • Variasi

Menggunakan banyak bola

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam rangka untuk memberikan masukan dalam pelaksanan suatu permainan untuk pembelajaran tolak peluru,  maka beberapa hal yang perlu diperhatikan di tinjau dari beberapa aspek sebagai berikut:

  1. Guru sebagai fasilitator dalam permainan hendaknya melengkapi dan memperbanyak fasilitas yang sudah ada agar pemanfaatan suatu permainan dapat berjalan dengan maksimal.
  2. Keterlibatan atau partisipasi  siswa dalam suatu permainan sangat penting sekali, karena merekalah yang menjadi pelaku dalam permainan-permainan tersebut.

About these ads

The Rubric Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: