Delite20's Blog

November 5, 2009

Strain Pada Otot Lengan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Alat gerak yang terdiri dari tulang, sendi, jaringan ikat dan otot pada manusia sangat penting. Setiap cidera atau gangguan yang terjadi pada sistem ini akan mengakibatkan terganggunya pergerakan seseorang untuk sementara atau selamanya. Mekanisme terjadinya cidera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan cidera otot. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat cedera yang kita hadapi.

Dalam beraktivitas manusia tidak luput dari cidera akibat terjadinya kesalahan yang tidak disengaja maupun tidak disengaja. Sehingga cidera dapat menimbulkan cacat ataupun luka. Maka dari itu untuk menghindari adanya resiko lebih jauh seperti infeksi perlu dilakukan pertolongan pertama. Pertolongan pertama tidak harus dilakukan oleh orang medis tetapi orang biasa pun juga dapat melakukan pertolongan pertama.

Pada cidera yang berbahaya  seperti cidera otot harus segera ditangani dengan hati-hati. Karena jika tanpa penanganan yang hati-hati dapat menyebabkan cidera lebih parah. Sehingga perlu adanya pengetahuan tentang pertolongan pertama pada patah tulang khususnya dalam bahasan ini adalah pada bagian lengan.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah strain itu ?

2. Bagaimanakah strain pada bagian lengan?

3. Bagaimana pertolongan pertama yang dilakukan ?

C. Tujuan Pembahasan

1. Untuk mengetahui dan memahami apa strain itu.

2. Untuk mengetahui strain pada bagian lengan.

3. Untuk mengetahui pertolongan pertama yang dilakukan pada strain.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. PENGERTIAN STRAIN

Strain (cidera otot) adalah kerusakan pada suatu bagian otot atau tendon (termasuk titik-titik pertemuan antara otot dan tendon) karena penggunaan yang berlebihan.

Penyebabnya adalah Terjadi robekan jaringan, bisa makroskopis (dapat dilihat dengan mata telanjang) atau mikroskopis (tidak dapat dilihat).

Gejala dan tanda :

  • Penderita mengeluh nyeri di ujung bahu.
  • Kalau penderita menaikkan lengan ke samping, setelah 45o pertama, penderita mulai merasa sakit, lebih-lebih setelah lengan lebih tinggi.
  • Tetapi rasa sakit berkurang lagi setelah lewat 120.
  • Nyeri yang menusuk pada saat terjadi cedera, terlebih jika otot berkontraksi.
  • Setelah 24 jam, pada bagian memar terjadi perubahan warna, ada tanda-tanda perdarahan pada otot yang sobek, dan otot mengalami kekejangan.

Jenis strain :

1)      Strain ringan :

Strain ringan ditandai dengan kontraksi otot terhambat karena nyeri dan teraba pada bagian otot yang mengaku.

2)      Strain total :

Strain total didiagnosa sebagai otot tidak bisa berkontraksi dan terbentuk benjolan.

  1. B. STRAIN BAGIAN LENGAN DAN PERTOLONGANNYA

Jenis cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, otot belum siap. Strains sering terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha), hamstrings (otot paha bagian bawah), dan otot quadriceps. Cedera tertarik otot betis juga kerap terjadi pada para pemain bola. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan diri dari cedera macam ini. Kuncinya dalah selalu melakukan stretching setelah melakukan pemanasan, terutama pada bagian otot-otot yang rentan tersebut.

Pentingnya Stretching
Setelah badan mulai panas dan sedikit berkeringat, kita perlu juga melakukan peregangan otot atau stretching. Stretching juga merupakan bagian dari pemanasan sebelum berolahraga. Tapi, yang perlu diingat, saat melakukan gerak stretching pada pemanasan tak boleh dilakukan secara berlebihan. Kenapa ya? Menurut ahli fisioterapi di London, Mark Todma, stretching yang berlebihan berisiko memicu kerawanan cedera pada sendi-sendi.Dokter Indrarti juga menegaskan. Katanya, gerakan pemanasan dan peregangan otot harus dilakukan dalam intensitas yang lambat dan rendah. Setelah benar-benar panas dan ditandai dengan sedikit keringat, maka barulah kamu bisa berolahraga. Biar makin sip,”Lakukanlah olahraga dengan motivasi dan perasaan yang senang,” katanya.
(idionline/Republika)

  1. C. PERTOLONGAN PERTAMA PADA STRAIN

a)    Kurangi resiko infeksi

b)    Hentikan pendarahan

c)    Usaha-usaha untuk mempercepat penyembuhan luka

d)   Lakukan terapi RICE :

  • Rest                      : Istirahatkan bagian yang terkena strain.
  • Ice                                    : Kompres dingin dengan bungkusan es yang dilapisi kain.
  • Compression        : Penekanan
  • Elevation              : Bagian yang terluka diangkat lebih tinggi.

BAB III

PENUTUP

A.   Kesimpulan

1. Strain (cidera otot) adalah kerusakan pada suatu bagian otot atau tendon (termasuk titik-titik pertemuan antara otot dan tendon) karena penggunaan yang berlebihan.

Strain ada yang ringan dan ada yang total. Tetapi strain total memerlukan pertolongan yang lebih cepat karena adanya resiko terjadinya faktor penyulit yaitu infeksi yang cukup besar.

2. Untuk pertolongan pertama yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode RICE pada penderita secepat mungkin.

B.   Saran

Bagi penolong sebaiknya tidak mencoba menekan atau memijat pada bagian yang terkena strain. Lebih baiknya penderita langsung dibawa ke RS setelah melakukan pertolongan pertama

About these ads

The Rubric Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: